Learning Resources

Perayaan Tanabata (七夕) di Jepang

Sebagian besar dari Anda mungkin sudah tahu tentang festival Tanabata atau festival bintang di Jepang yang diperingati setiap tanggal 7 Juli. Pada malam Tanabata, Orihime (Vega) dan Hikoboshi (Altair), sepasang suami-istri yang dipisahkan oleh Dewa Langit karena setelah menikah telah melupakan tugas utama mereka: menenun dan menggembala sapi, diizinkan bertemu kembali hanya untuk satu malam, setelah selama 364 hari mereka dipisahkan oleh sungai langit (galaksi Bimasakti).

Perayaan ini diadopsi dari tradisi Tiongkok, Qi Xi, yang masuk ke Jepang pada periode Heian atau sekitar abad ke-8. Pada awalnya, Tanabata diperingati pada hari ke-7 bulan ke-7 kalender lunisolar (kalender kuno berdasarkan pergerakan bulan), sekitar satu bulan lebih lambat dari kalender Gregorian (kalender Masehi). Setelah sistem kalender Gregorian digunakan di Jepang, Tanabata digeser ke tanggal 7 Juli. Namun, ada beberapa daerah yang masih menggunakan kalender lunisolar untuk festival ini.

Di berbagai daerah di Jepang, Tanabata dirayakan dengan berbagai hiasan yang berwarna-warni seperti: senbazuru, fukinagashi, amikazari, dompet atau kinchaku, kimono kertas, kuzukago, watsunagi, lampion, hiasan bintang, dan masih banyak lagi. Semua hiasan itu mempunyai makna-makna khusus (lihat tabel di bawah). 

Ada tiga kota yang perayaan Tanabatanya sangat meriah hingga disebut sebagai Nihon Sandai Tanabata Matsuri (tiga besar festival Tanabata di Jepang) yaitu di kota: Sendai (prefektur Miyagi – awal Agustus), Shonan Hiratsuka (Prefektur Kanagawa – awal Juli), dan Ichinomiya (prefektur Aichi – akhir Juli). Di pusat kota, ribuan fukinagashi raksasa dipajang pada bambu di ketinggian sekitar lima meter membuat suasana sangat semarak. Ketiganya dijejali ratusan ribu pengunjung dari dalam maupun luar Jepang yang menikmati musim panas.

Di sekolah dasar, Tanabata digunakan sebagai alat edukasi pengenalan tradisi dan legenda Jepang, juga ilmu perbintangan. Tak lupa menu makan siang bertema Tanabata juga dipersiapkan untuk momen ini. Selain soumen (mi berwarna putih yang halus dan tipis), ada juga menu berwarna-warni dan dibentuk bintang sebagai hiasan Tanabata.

Sementara itu di playgrup dan taman kanak-kanak, murid-murid diajak membuat hiasan Tanabata. Di sini orang tua atau wali murid mendapat tugas menuliskan harapan dan permohonan si anak di tanzaku–kertas warna-warni–untuk digantung di pohon sasa (bambu mini) karena anak-anak belum bisa menulis. Di beberapa daerah, kegiatan menulis harapan dan permohonan di tanzaku ini terus berlanjut hingga SMA, tetapi bukan merupakan kegiatan yang wajib dilakukan sehingga tergantung kebijakan masing-masing sekolah.

Seperti halnya tradisi Jepang yang lain, pengenalan tradisi Tanabata ini dilakukan sejak dini melalui lembaga pendidikan formal maupun non formal sehingga ketika dewasa, anak-anak tidak melupakan tradisi nenek moyang mereka.[]

Daftar kosakata

JenisArtiMakna
千羽鶴
Senbazuru
Seribu bangau kertasHarapan umur panjang dan kesehatan
吹き流し
Fukinagashi
Hiasan kertas lima warna yang ditempel pada bola kertasHarapan untuk pandai menenun dan membuat pakaian
網飾り
Amikazari
Jaring kertasHarapan tidak kekurangan makanan
財布・巾着
Saifu, kinchaku
Dompet dan kantong uangHarapan kemakmuran dan kekayaan
神衣・紙衣
Kamiko (kamigoromo)
Kimono kertasHarapan agar tidak kekurangan pakaian
くずかご
Kuzukago
Kantong dari sisa kertas untuk hiasanHarapan untuk kebersihan, kerapian, dan mencegah pemborosan
輪つなぎ
Watsunagi
Rantai kertasHarapan untuk terhubung dengan orang lain dan impian terus berkesinambungan
ちょうちん
Chouchin
LampionPenolak bala
星飾り
Hoshikazari
Hiasan berbentuk bintangSupaya permohonan sampai ke langit

Ditulis dan dirangkum dari berbagai sumber oleh Emmy Indah.

Learning Resources

Tsuyu, Musim Hujan di Jepang

Yuk, kita belajar huruf Kanji! 

Kali ini Kanji yang berkaitan dengan hujan (雨) karena di Jepang mulai bulan Juni hingga pertengahan bulan Juli adalah musim hujan yang disebut ‘tsuyu (梅雨)’. Sebenarnya hujan turun sepanjang tahun, tetapi pada saat tsuyu, hujan turun hampir tiap hari dan terkadang tidak berhenti selama berhari-hari. Pada saat ini, buah plum (ume 梅) juga masuk musim panen sehingga kanji ume dan ame dipilih untuk mengabadikan musim tersebut. 

Mari kita langsung perhatikan Kanji 雨 (あめ=ame) berikut.

Jika kita membayangkan air yang menetes dari awan, 雨 ini terasa lebih mudah dipahami, bukan?

Ame juga menjadi Kanji dasar untuk huruf-huruf yang lebih rumit seperti ‘雪 (yuki – salju)’, ‘雷 (kaminari – petir)’, ‘霧 (kiri – kabut)’, dan lain-lain. Pada saat seperti itu, ia disebut ‘ame-kanmuri’ atau ‘ama-kanmuri’ yang artinya mahkota hujan karena terletak di bagian atas.

Berikut kosakata yang berhubungan dengan tsuyu dan ame pada umumnya yang mungkin perlu diingat.

KanjiCara bacaArti dalam bahasa Indonesia
梅雨ばいう、つゆ
baiyu, tsuyu
Musim hujan yang terjadi sejak perpindahan musim semi ke musim panas di Jepang, terjadi di pulau Honshu, Shikoku, Kyushu, dan Okinawa. 
長雨ながあめ
nagaame
Hujan deras yang turun terus menerus selama beberapa hari atau lebih.
大雨おおあめ
ooame
Hujan yang turun sangat deras.
小雨こさめ
*kosame
Hujan yang turun tanpa suara. Hujan yang hanya turun sedikit.
霧雨きりさめ
kirisame
Hujan yang lembut seperti kabut.
五月雨**さみだれ
samidare
Hujan panjang yang turun terus-menerus pada bulan kelima kalender berdasarkan bulan.

*Seperti yang sudah umum diketahui, Kanji di Jepang mempunyai dua cara baca: kun-yomi dan on-yomi. Kun-yomi adalah cara baca sesuai kosakata bahasa Jepang yang sudah ada sedangkan on-yomi adalah cara baca sesuai pelafalan dalam bahasa Cina–asal Kanji–yang didengar orang Jepang. Biasanya sebuah kata yang terdiri dari dua Kanji akan dibaca secara on-yomi seperti 梅雨 ketika dibaca ばいう, tetapi dalam beberapa kata, Kanji tersebut tetap dibaca secara kun-yomi. Contohnya: 小雨 yang dibaca こさめ (kosame) dan 霧雨 dibaca きりさめ (kirisame). Namun perhatikan ‘ame’ yang berubah menjadi ‘same’. Ini dilakukan agar kata tersebut lebih mudah dilafalkan.

**五月雨 ini jika dilihat per huruf akan terbaca sebagai ‘gogatsu ame’, tetapi ini adalah kata dengan cara baca khusus. Untuk 五月雨 ini akan ada pembahasan lebih lanjut. Jadi tunggu saja, ya.

Sebenarnya ada banyak sekali kata dan Kanji yang berhubungan dengan ame, tetapi kali ini kita pahami dan hafalkan enam kata ini dulu, ya. Selamat menikmati Kanji yang penuh pesona sekaligus misteri.

Ditulis oleh Emmy Indah dan dirangkum dari berbagai sumber.

Learning Resources

Jenis-Jenis Kalimat Perintah dalam Bahasa Jepang

Perhatikan kalimat-kalimat perintah berikut ini.

  1. 香川さん、前に来てください

Kagawa san, mae ni kite kudasai.

  1. 香川さん、前に来てごらん

Kagawa san, mae ni kite goran.

  1. 香川さん、前に来てみて

Kagawa san, mae ni kite mite.

  1. 香川さん、前に来て

Kagawa san, mae ni kite.

  1. 香川さん、前に来なさい

Kagawa san, mae ni kinasai.

  1. 香川、前に来い

Kagawa, mae ni koi.

Semua kalimat perintah di atas diucapkan guru saat menyuruh Kagawa san, seorang murid, untuk maju ke depan kelas. Bedanya ada pada tingkat kehalusan dan kesopanan kalimat tersebut. Kalimat pertama adalah perintah paling sopan, sedangkan kalimat terakhir adalah yang paling kasar.

Lalu, apakah semakin pendek kalimat berarti semakin kasar perintahnya? Tentu saja tidak demikian. Mari kita kupas satu per satu.

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, keenam kalimat tersebut akan berbunyi sebagai berikut:

  1. Kagawa, tolong maju ke sini.
  2. Kagawa, majulah ke sini.
  3. Kagawa, coba maju ke sini.
  4. Kagawa, coba maju sini.
  5. Kagawa, maju sini!
  6. Kagawa, maju!

Kalimat pertama terkesan halus dan sopan karena tidak sepenuhnya terdengar seperti perintah melainkan juga permintaan. Perhatikan kata “tolong” di sana. Sementara pada kalimat kedua hingga keenam, tidak ada lagi kesan permintaan itu. Semua murni terdengar sebagai perintah.

Kemudian tanda baca di akhir kalimat juga berbeda. Jika dalam bahasa Indonesia semua kalimat perintah diakhiri dengan tanda seru, maka pada contoh kalimat di atas, hanya kalimat nomor lima dan enam yang pantas diakhiri dengan tanda seru dan diucapkan dengan tegas. Dan jika kalimat nomor satu hingga empat masih memungkinkan Kagawa untuk menolak, dua kalimat terakhir adalah perintah yang tidak dapat dilawan.

Sekarang mari kita lihat dari bentuk kata kerja yang dipakai yaitu kata 来る/来ます (kuru/kimasu) yang berarti ‘datang’.

  • Pada kalimat 1, 2, 3, dan 4 kata 来る/来ます (kuru/kimasu) diubah ke bentuk ‘TE’ dengan atau tanpa tambahan (ください kudasai (1), ごらん goran (2), みて mite (3)) karena pada dasarnya kata kerja bentuk ‘TE’ bisa berfungsi sebagai perintah.
  • Pada kalimat 5, MASU pada kata 来ます (kimasu) diganti NASAI sehingga menjadi kata kerja bentuk perintah.
  • Pada kalimat 6, kata 来る/来ます (kuru/kimasu) diubah ke bentuk perintah*: 
  1. Kata kerja grup satu diubah ke deret ‘E’
  2. Kata kerja grup dua diakhiri ‘RO’
  3. Dan ‘SHIRO’, ‘KOI’ untuk kata kerja grup 3.

Kata kerja bentuk perintah ini merupakan perintah paling kasar dalam bahasa Jepang. Biasanya para lelaki menggunakan bentuk ini. Kecuali untuk anggota keluarga, para wanita jarang sekali menggunakan bentuk ini karena terdengar maskulin/kasar. Di luar lingkup percakapan, bentuk perintah ini biasa dipakai pada papan peringatan, petunjuk, atau rambu lalu lintas.

Untuk para pembelajar pemula, disarankan menggunakan kalimat perintah nomor 1 (satu) yaitu kata kerja bentuk ‘TE’+KUDASAI. Kalimat ini paling aman digunakan karena bermakna ganda: perintah dan/atau permintaan tolong sehingga memberi ruang kepada orang yang mendengar untuk menyatakan keberatan. Tentu saja jenis kalimat perintah nomor 6 (enam) sebaiknya dihindari karena terasa sangat kasar dan perlu syarat-syarat khusus untuk dapat menggunakannya.(*)

*Ingat-ingat kembali 3 jenis grup kata kerja dalam bahasa Jepang. 

Daftar kosakata

ことばローマじArti
まえmaedepan
来て(来ます)きて(きます)kite (kimasu)datang
V-てください〜てくださいV-te kudasaiTolong …
V-てごらん〜てごらんV-te goranCoba …
V-てみてV-てみてV-te miteCoba …

Ditulis oleh Emmy Indah.

Learning Resources

Untuk Apa Peringatan Seijin no Hi?

Waktu saya kuliah di Jepang, ada beberapa mahasiswa Indonesia yang baru lulus SMA melanjutkan S1 di universitas tempat saya belajar. Suatu hari, seorang mahasiswa yang belum lancar bahasa Jepangnya–dia kuliah di kelas full bahasa Inggris dan sedang belajar di kelas bahasa Jepang–mendatangi saya dengan menunjukkan selembar surat. Dia meminta tolong untuk menerjemahkan surat dari pemerintah kota itu. Ternyata, itu adalah surat undangan untuk menghadiri perayaan Seijin no Hi, Hari Kedewasaan. Dari situ, saya baru tahu bahwa ada acara resmi dari pemerintah untuk mereka yang tahun itu telah atau akan berusia dua puluh.

Di Jepang, warga yang telah berusia dua puluh tahun dianggap dewasa secara hukum sehingga diperbolehkan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, ditandai dengan kepemilikan juminhyou (semacam kartu tanda penduduk). Dalam sejarahnya, upacara ini dilakukan untuk pangeran muda sejak 714 Masehi, dilakukan dengan pemakaian jubah baru dan penggantian model rambut sebagai tanda dimulainya usia dewasa.

Pada masa sekarang, para wanita menghadiri undangan seijinshiki (upacara perayaan Hari Kedewasaan) dengan berbagai warna indah furisode, kimono berlengan lebar khusus untuk wanita yang belum menikah, dan zori, alas kaki tradisional Jepang. Satu set kimono ini sangat mahal sehingga biasanya mereka meminjam dari saudara, warisan dari sang ibu, atau menyewa di tempat penyewaan kimono. Sedangkan para pria mengenakan kimono formal berwarna gelap dan hakama (pakaian tradisional Jepang yang dipakai di luar kimono untuk menutupi pinggang sampai mata kaki). Meskipun demikian, para pria sering mengenakan pakaian formal ala Barat berupa setelan jas lengkap dengan dasinya.

Acara seijinshiki ini diadakan pada pagi hari oleh pemerintah daerah di suatu gedung pertemuan yang ditentukan. Pejabat kota memulai acara dengan pidato dan nasihat tentang hak dan kewajiban mereka sebagai orang dewasa. Supaya tidak membosankan, ada pemerintah kota yang menyajikan berbagai pementasan dan permainan menarik, juga sharing pengalaman dari para muda yang dinilai dapat menjadi teladan. Biasanya acara resmi tersebut berlangsung selama satu jam. Setelah itu, para pria dan wanita yang baru saja disahkan menjadi dewasa itu berpesta. Pada pesta itu, mereka mengonsumsi minuman beralkohol untuk pertama kali.

Seijin no hi secara resmi ditetapkan pada 15 Januari 1948. 15 Januari dipilih karena bertepatan dengan koshougatsu, tahun baru kecil, yang merupakan lanjutan dari perayaan tahun baru masehi. Kemudian pada tahun 2000, tanggal peringatan diubah menjadi Senin pekan kedua Januari, mengikuti kebijakan Sistem Happy Monday. Akan tetapi, di beberapa daerah, ada pula yang menyelenggarakan perayaan ini pada pertengahan Agustus, bertepatan dengan libur Obon (upacara penyambutan arwah nenek moyang yang pulang ke rumah) supaya para peserta yang bersekolah atau bekerja di luar kota dapat pulang dan mengikuti acara seijinshiki di kampung halamannya. Dengan demikian, mereka dapat melakukan reuni dengan kawan semasa kecil.

Yang menarik, ternyata warga negara asing yang tinggal di Jepang juga diundang pada acara ini. Oleh karena itu, jika Anda berusia di bawah dua puluh tahun dan berencana melanjutkan kuliah di Jepang, sebaiknya Anda menyediakan pakaian resmi untuk menghadiri upacara peringatan seijin no hi.

Kosakata

成人の日せいじんのひseijin no hiHari Kedewasaan
住民票じゅみんひょうjuminhyoukartu/dokumen tanda penduduk
成人式せいじんしきseijinshikiupacara perayaan Hari Kedewasaan 
振袖ふりそでfurisodekimono berlengan lebar khusus untuk wanita yang belum menikah
ぞりぞりzorialas kaki tradisional Jepang
はかまhakamapakaian tradisional Jepang yang dipakai di luar kimono untuk menutupi pinggang sampai mata kaki
小正月こしょうがつkoshougatsutahun baru kecil
お盆おぼんobonupacara penyambutan arwah nenek moyang yang pulang ke rumah

Dirangkum dari berbagai sumber oleh Emmy Indah (lihat profil di sini).

Learning Resources

Mengenal Berbagai Kata Saya/Aku dalam Bahasa Jepang

A: おれ、コンビニ 行くんですけど、なにか 買いますか。

Ore, konbini ikundesu kedo, nanika kaimasu ka?

B: は〜い、あたし ツナおにぎり おねがい!

Haai, atashi tsuna onigiri onegai!

C: うち、チョコアイス ね。

Uchi choko aisu, ne.

D: ぼくも ツナおにぎりを おねがいしても いいですか。

Boku mo tsuna onigiri o onegaishitemo iidesuka?

E: じゃ、わたし 夏サラダ おねがいね。

Ja, watashi natsu sarada onegai ne.

F: よっし、自分も いっしょに 行きましょう。

Yossha, jibun mo issho ni ikimashou.

Jika orang Jepang membaca percakapan di atas, mereka dapat langsung menebak jenis kelamin enam orang yang berbicara di situ, yaitu si A hingga si F. Pembelajar bahasa Jepang tingkat menengah mungkin juga sudah dapat menebak, tetapi mereka yang baru belajar rasanya akan kebingungan.

Dalam percakapan di atas, enam orang yang berbicara masing-masing menggunakan kata ganti orang pertama yang berbeda. Adakah yang dapat menebak apa saja kata ganti orang pertama yang digunakan? Benar. Dari atas dapat diurutkan sebagai berikut: ore, atashi, uchi, boku, watashi, dan jibun.

Jika dalam berbagai bahasa di Eropa kata benda mempunyai gender, maka dalam bahasa Jepang, kata ganti orang pertama ini ‘seolah’ mempunyai gender. Mari kita coba pilah bersama-sama.

Kata Ganti Orang Pertama Laki-Laki

Ada dua kata ganti orang pertama yang lazim digunakan oleh laki-laki yaitu ore dan boku. Ore lebih banyak digunakan pada situasi informal dan boku sering digunakan pada acara formal. Namun, ada beberapa orang yang menggunakan boku pada situasi informal. Orang-orang seperti ini terkesan orang yang sopan dan menjaga jarak.

Kata Ganti Orang Pertama Perempuan

Atashi dan uchi adalah kata ganti orang pertama yang biasa digunakan oleh perempuan. Atashi sebenarnya bentuk informal dari watashi sehingga kata ini cukup mudah untuk dipahami. Sedangkan uchi berasal dari dialek wilayah Kansai (Jepang bagian barat) yang menyebar ke seluruh Jepang dan sekarang digunakan oleh siapa saja.

Kata Ganti Orang Pertama Netral

Watashi dan jibun merupakan kata ganti orang pertama yang dapat digunakan baik oleh laki-laki maupun perempuan. Watashi adalah kata ganti orang pertama yang dipelajari oleh pembelajar bahasa Jepang di seluruh dunia. Ia dapat digunakan oleh siapa saja, dalam berbagai kesempatan. Ada kata watakushi yang merupakan bentuk sopan dari kata watashi, seperti ‘krama inggil’ dalam bahasa Jawa.

Lalu jibun meskipun bersifat netral, kesan maskulinnya terasa lebih kuat. Wanita yang menggunakan kata ganti jibun akan terdengar tomboy. Kata ganti ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang olahraga.

Jadi, bagaimana supaya tidak salah memilih kata ganti orang pertama? Cukup gunakan watashi ketika berbicara dengan sensei, orang yang baru pertama kita temui/kenal, atau dalam berbagai situasi formal. Ketika sudah akrab dan dekat, terutama dengan teman sebaya atau yang lebih muda dari kita, boleh pilih kata ganti orang pertama yang sekiranya cocok dengan pribadi kita. 

Sebenarnya masih banyak kata ganti orang pertama dalam bahasa Jepang lainnya, terutama jika kita membaca komik atau menonton anime. Namun, sebaiknya kita tidak gegabah dalam menirukan kata-kata yang kita dengar dari anime, komik, atau drama tersebut, sebelum benar-benar memahami makna dan penggunaannya secara tepat.

Dirangkum dari berbagai sumber oleh Emmy Indah.

Learning Resources

Kelas grup Tanpopo Moms periode Januari 2025

Konnichiha! Halo Moms!

Sebentar lagi kita menyambut tahun 2025 dan mulai Januari nanti Tanpopo memulai periode baru kelas grup Bahasa Jepang untuk Moms. 

Kalau Moms punya masalah seperti contoh di bawah ini:

Sudah tinggal di Jepang, tapi harus selalu menggunakan aplikasi translator, misalnya saat konsultasi dengan dokter atau guru di sekolah, reservasi imunisasi anak atau check-up rutin, dll. 

Anak-anak sudah masuk TK atau sekolah di Jepang, tapi kesulitan memahami jadwal sekolah, tidak bisa membantu mengerjakan PR, atau kesulitan komunikasi dengan guru. 

Tidak paham dengan istilah bahan-bahan makanan, nama peralatan rumah tangga, atau sistem pembuangan sampah. 

Ingin berkenalan atau komunikasi dengan sesama orangtua murid atau tetangga, tapi terhambat bahasa. 

Kalau ada masalah darurat, perlu bantuan polisi atau ambulans, tapi tidak tahu cara berkomunikasinya.

Dengan bergabung di program Moms ini, kami bisa bantu meningkatkan skill komunikasi Moms dalam Bahasa Jepang sebagai alat penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari, mengurus keluarga, dan membesarkan anak. 

Fitur program

  1. Kurikulum yang Berfokus pada Aktivitas Ibu: ekspresi dan kosakata bahasa Jepang yang diperlukan untuk membesarkan anak-anak pada berbagai tahap, mulai dari bayi hingga anak-anak usia sekolah dasar.
  2. Pelajaran yang Mudah Dipahami untuk Pemula: Pelajaran dalam huruf alfabet dan Jepang untuk memfasilitasi peserta dengan berbagai kemampuan membaca.
  3. Keterampilan Komunikasi: Moms bisa berlatih percakapan (kaiwa) dengan lafal yang benar karena ini kunci penting dalam komunikasi lisan.
  4. Komunitas para ibu Indonesia: Di WA grup, kita bisa bertukar informasi tentang parenting dan menambah teman sambil belajar bahasa Jepang.
  5. Fleksibilitas: Moms yang sibuk dengan anak-anak atau absen kelas, bisa belajar sendiri dengan catatan pelajaran yang dishare seusai kelas, dan video lesson yang disediakan. 

Topik yang Dibahas dalam Program

  • Kesehatan Cara membuat reservasi RS/klinik, imunisasi, check-up rutin, cara berkomunikasi dengan staff medis dan apotik, membaca boshi techou (maternal and child health handbook), membaca spesifikasi obat, dsb.
  • Pendidikan/Daycare Memahami sistem dan cara berkomunikasi di lingkungan pendidikan, termasuk daycare (hoikuen), TK (youchien) dan sekolah).
  • Aturan Lalu Lintas Mengenal kosakata dan peraturan lalu lintas Jepang sebagai pejalan kaki atau pengemudi kendaraan.
  • Membaca label barang, termasuk makanan/minuman Mempelajari informasi di label barang, misalnya kandungan dan alergen, cara membuat/memasak, cara penyimpanan, dsb.
  • Arubaito (kerja part time) Mengenal sistem melamar kerja dan juga contoh lowongan kerja yang cocok untuk ibu rumah tangga.

Biaya

2500 yen/bulan untuk 4 pertemuan

Biaya pendaftaran: 1000 yen

Biaya di atas untuk satu jenis grup (kelas huruf Romaji saja atau kelas huruf Jepang saja).

Transfer ke rekening Japan Post atau PayPal (Astrid) sebelum mulai periode bulan berikutnya. 

Jadwal

Kelas dalam huruf RomajiKelas dalam huruf Jepang
Setiap SeninSetiap Jumat
10:00 – 11:00 JST10:00 – 11:00 JST
Mulai 6 Januari 2025Mulai 10 Januari 2025

Tutor

  1. Emmy Indah, SS., MA.

Ibu dari dua anak. Bidang studi Sastra Jepang dan lulus program Master di jurusan Applied Japanese Linguistics di Tohoku University. Berpengalaman sebagai staff pengajar Bahasa Jepang di lembaga kursus dan universitas di Indonesia. 

  1. Astrid Ardiyanti, Ph.D. (detail di sini)

Cara Bergabung

Silahkan hubungi saya Astrid di nomor WA ini:

+81-80-2820-0107

Terimakasih dan sampai ketemu di kelas Tanpopo!

Astrid

Learning Resources

Tanpopo Kids – Japanese online lessons for kids

Konnichiha! Halo para Ayah dan Ibu!

Saya Astrid, ibu dari tiga anak (umur 2 tahun-kelas 3 SD) dan sudah tinggal di Jepang hampir 20 tahun.

Beberapa kali saya lihat ada anak-anak yang sekolah di Jepang, tapi belum fasih berbahasa Jepang, jadi mereka kesulitan dalam berinteraksi dengan teman dan guru, dan juga kesulitan dalam proses belajarnya.

Kita semua tahu bahwa kemampuan bahasa sangat vital baik untuk anak-anak maupun orang dewasa bukan hanya untuk alat berkomunikasi, tapi juga sebagai alat utama untuk menyerap ilmu dan mempelajari skill apapun itu.

Program ini khususnya saya tawarkan untuk anak-anak yang orangtuanya belum fasih berbahasa Jepang dan perlu bantuan untuk mengajari anaknya bahasa Jepang.

Harapan saya yang terbesar adalah setiap hari anak-anak Ayah dan Ibu lebih enjoy pergi ke daycare atau sekolah dari pagi sampai sore, bisa ngobrol dengan teman-teman, bisa paham dan merespon instruksi atau panduan dari gurunya, dan sedikit demi sedikit bisa mengerjakan PR atau tugas sekolah dengan lancar.

Fitur program

  1. Bahasa pengantar dalam bahasa Inggris atau Indonesia: Bahasa kedua yang dipakai di Jepang adalah Bahasa Inggris. Jadi saya selalu menyarankan murid-murid saya yang levelnya pemula untuk belajar bahasa Jepang dalam bahasa Inggris. Tapi tentunya saya akan sesuaikan dengan kondisi muridnya dan saya bisa sampaikan juga dalam Bahasa Indonesia bila diperlukan.
  2. Pelajaran dalam huruf Hiragana, Katakana, dan Kanji: Untuk murid yang sama sekali belum bisa baca tulis huruf Jepang, akan saya bantu dengan huruf alfabet, tapi tetap dengan target menguasai tiga jenis huruf Jepang.
  3. Kemampuan komunikasi: Murid akan belajar mengekspresikan pikirannya secara verbal dengan topik pembicaraan yang saya sesuaikan dengan minat atau hal yang familiar.
  4. Review pelajaran di sekolah: Anda bisa sampaikan topik pelajaran yang ingin direview atau perlu dibantu untuk pemahamannya, misalnya sansuu (算数, pelajaran Matematika) atau kokugo (国語, pelajaran Bahasa Jepang).

Biaya

750 yen/kelas (30-menit, Zoom)

Hari Senin-Jumat, 14:00-16:00 (Japan time)
Bahasa pengantar: Bahasa Indonesia atau Inggris (bisa pilih)

Ada diskon untuk yang ambil 8 kelas per bulan.

Transfer via Japan Post paling lambat sehari sebelum kelas dimulai.

Cara Bergabung

Silahkan hubungi saya Astrid di nomor WA ini:

+81-80-2820-0107

Terimakasih dan sampai ketemu di kelas saya!

Astrid

Learning Resources

Program Belajar Bahasa Jepang Online Untuk Para Ibu di Jepang

Konnichiha! Halo Moms!

Saya Astrid, ibu dari tiga anak (umur 2 tahun-8 tahun) dan sudah tinggal di Jepang hampir 20 tahun.

Saya ingin membantu sesama ibu yang tinggal di Jepang supaya bisa lebih lancar dalam berkomunikasi sehari-hari dan membesarkan anak-anaknya. Program ini cocok untuk Anda yang tidak bisa sama sekali tentang bahasa Jepang atau baru mulai belajar. Nanti Anda tidak hanya belajar tentang tata bahasa, tapi juga sistem dan fasilitas yang ada di Jepang yang berkaitan tentang membesarkan anak.

Fitur program

  1. Kurikulum yang Berfokus pada Anak: ekspresi dan kosakata bahasa Jepang yang diperlukan untuk membesarkan anak-anak pada berbagai tahap, mulai dari bayi hingga anak-anak usia sekolah dasar.
  2. Pelajaran yang Mudah Dipahami untuk Pemula: Pelajaran dalam huruf alfabet dan Jepang untuk memfasilitasi peserta dengan berbagai kemampuan membaca.
  3. Keterampilan Komunikasi: Anda bisa berlatih percakapan (kaiwa) dengan lafal yang benar karena ini kunci penting dalam komunikasi lisan.
  4. Komunitas para ibu: kita bisa bertukar informasi tentang parenting dan menambah teman sambil belajar bahasa Jepang.
  5. Fleksibilitas: Semua sesi direkam, jadi Anda bisa lihat ulang sesuai jadwal yang Anda bisa.

Topik yang Dibahas dalam Program

  • Kesehatan Cara membuat reservasi RS/klinik, imunisasi, check-up rutin, cara berkomunikasi dengan staff medis dan apotik, membaca boshi techou (maternal and child health handbook), membaca spesifikasi obat, dsb.
  • Pendidikan/Daycare Memahami sistem dan cara berkomunikasi di lingkungan pendidikan, termasuk daycare (hoikuen), TK (youchien) dan sekolah).
  • Aturan Lalu Lintas Mengenal kosakata dan peraturan lalu lintas Jepang sebagai pejalan kaki atau pengemudi kendaraan.
  • SIM (Surat Izin Mengemudi) Mengenal sistem SIM di Jepang.
  • Membaca label barang, termasuk makanan/minuman Mempelajari informasi di label barang, misalnya kandungan dan alergen, cara membuat/memasak, cara penyimpanan, dsb.
  • Arubaito (kerja part time) Mengenal sistem melamar kerja dan juga contoh lowongan kerja yang cocok untuk ibu rumah tangga.

Biaya

300 yen/sesi (bisa dibayar per sesi atau per bulan)

Transfer via Japan Post sebelum mulai sesi.

Cara Bergabung

Silahkan hubungi saya Astrid di nomor WA ini:

+81-80-2820-0107

Untuk yang ingin lihat profil saya, silahkan klik di sini atau kunjungi YouTube channel saya.

Terimakasih dan sampai ketemu di kelas saya!

Astrid

Learning Resources

Belajar Bahasa Jepang dengan alfabet biasa (Romaji)

Konnichiha! Halo semua!

Apakah Anda salah satu dari kategori ini?

Tertarik dengan bahasa Jepang tapi tidak punya waktu untuk mempelajari huruf-huruf Jepang yang jumlahnya sangat banyak dan rumit?

Bekerja di perusahaan yang berhubungan dengan Jepang dan memerlukan komunikasi dasar dalam bahasa Jepang?

Ingin jalan-jalan ke Jepang dan bisa berkomunikasi tanpa alat/aplikasi translator?

Ada rencana dinas ke Jepang dan ingin bisa berkomunikasi dengan bahasa Jepang dan menyiapkan pengetahuan dasar tentang budaya kerja dan manner di Jepang?

Ingin belajar dari tutor yang tinggal dan punya pengalaman kerja kantoran di Jepang?

Kalau jawabnya IYA, saya Astrid bisa bantu Anda dan selamat datang di program:

Kursus Online Bahasa Jepang dengan Huruf Romaji (Alfabet)

Program ini saya siapkan khusus untuk pemula yang tidak bisa membaca huruf Jepang dan juga tidak memiliki waktu untuk mempelajarinya, seperti pegawai kantoran dan pengusaha yang jadwal kerjanya padat dan juga yang punya anak-anak. Saya paham sekali dengan situasi ini karena saya pernah kerja full-time kantoran dan juga ibu dari tiga anak.

Saya juga sudah melihat banyak orang asing di Jepang yang lancar berkomunikasi secara verbal dengan Bahasa Jepang tanpa bisa membaca hurufnya. Kemampuan berkomunikasi ini tentunya sangat membantu di berbagai aspek dibandingkan kalau tidak bisa berbahasa Jepang samasekali. Jadi, apakah bisa langsung mempelajari kosakata dan grammarnya tanpa menguasai hurufnya? Tentu saja bisa! Kalau Anda bisa membaca alfabet, berarti Anda bisa mempelajari bahasa Jepang.

Video-video yang saya siapkan untuk program ini durasinya rata-rata 5 menit karena saya yakin setiap orang pasti bisa meluangkan waktu 5 menit tiap harinya. Kalaupun durasi ini masih terlalu panjang untuk Anda, silahkan pelajari videonya sesuai ketersediaan waktu Anda, kapan saja, di mana saja.

Program STANDARD:

  • 2 pre-recorded video setiap minggunya, dengan durasi 3-7 menit per video
  • Grammar notes (PDF) dan akses daftar kosakata
  • Homework menulis, mendengar, dan merekam suara Anda
  • Feedback dari saya untuk kemajuan Anda
  • Biaya: Rp. 745.000 per bulan

Program PREMIUM:

  • Semua yang ada di program STANDARD
  • Satu sesi les privat 30 menit dengan saya setiap minggunya
  • Pembelajaran dengan konten yang fleksibel sesuai bidang/kebutuhan Anda
  • Biaya: Rp. 1.350.000 per bulan

Program ini mulai berjalan bulan Mei Silahkan kontak saya dan nanti saya kirim beberapa sample video supaya Anda bisa lihat isinya.

Selain itu, Anda juga bisa reservasi satu kali les privat 30-menit gratis untuk mencoba. Jangan kuatir, tidak akan ada pembayaran apa-apa samasekali sampai Anda resmi mendaftar di program ini.

Jadi, tunggu apa lagi? Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silakan kontak saya via:

WA: +81-80-2820-0107

FB: @multilingualtanpopo

Instagram:@multilingual_tanpopo

Arigatou gozaimasu.

Sampai ketemu di kelas saya!

(Ibu) Astrid

Learning Resources

Enhance Your Business Communication Skills with Indonesian Language Course

Selamat siang.

Are you a business professional looking to master Indonesian language skills for smoother communication in your workplace? Look no further! As a native Indonesian speaker and former translator/interpreter in a Japanese automotive company, I understand the importance of clear pronunciation and natural speech intonation, especially in the business environment. 

Unlike many other language learning resources, my exclusive Indonesian language course offers a unique blend of authenticity and natural speech intonation specifically tailored for business professionals like you. This approach ensures that your communication is not only effective but also culturally appropriate, setting you apart in your workplace.

By enrolling in my course, in addition to grammar, you’ll learn essential vocabulary for your workfield and master the nuances of Indonesian intonation and speech patterns. These skills will help you build stronger relationships with local staff and clients and enhance your business prospects, making you a more effective and confident communicator in the workplace.

I offer flexible weekday class timings from 8 AM to 3 PM JST, with morning and lunchtime sessions being the most recommended times. Scheduling adjustments within working hours are also available to accommodate your busy schedule. Each lesson is fully customizable, ensuring that you learn vocabulary and phrases relevant to your specific field of work. Just let me know the field or content you want to learn, and I’ll prepare the material exclusively for you. 

My comprehensive program includes:

  • Fully private live classes.
  • 24-hour lifetime access to a carefully curated vocabulary list.
  • Engaging assignments.
  • Shadowing practice to reinforce your learning.

The monthly course fee for four classes typically ranges from 6000 yen to 10000 yen (41 USD to 68 USD per month, depending on the content and difficulty level. Need more or fewer classes? No problem at all. I can provide several options that align with your budget and work schedule.

This course is a valuable investment that will bring you long-term benefits and boost your career opportunities. Contact me today for more details and to book your free 30-minute consultation. Join my class, and let me guide you toward greater success in your professional endeavors.

Terimakasih dan happy learning!